Sabtu, 06 Juni 2009

Diskusi : Meditasi dan kesehatan


Hari Jumat, tanggal 5 Juni 2009, Vihara Karangdjati mengadakan dikusi tentang Meditasi dan Kesehatan. Acara itu diadakan setelah kegiatan rutin Meditasi setiap Jumat malam.


Merupakan kesempatan baik bagi umat dan simpatisan yang hadir pada meditasi malam gari itu, karena Dr. Ratna Surya Widya, SpKJ, Ketua Umum Pengurus Pusat Majelis Agama Buddha Theravada Indonesia (Magabudhi) yang juga Dokter spesialis kedokteran jiwa, berkenan hadir di Vihara Karangdjati.


Diskusi itu dimulai dengan pemaparan tentang beberapa penyakit yang berhubungan dengan stres. Penyakit-penyakit itu, sebetulnya dalam kehidupan sehari-hari berhubungan dengan kebiasaan serta pola hidup yang kurang tepat, atau tidak sesuai dengan metabolisme tubuh. Hal itu menjadikan tubuh mengalami degradasi fungsi.

Secara lugas Dr Surya widya menyampaikan juga cara mengukur indikasi apakah tubuh kita itu rawan atau tidak terhadap penyakit stroke/jantung. Panel indikasi berupa pemeriksaan Fisik, laboratorium, pemeriksaan stress, pemeriksaan kepribadian serta kebiasaan-kebiasaan yang kita lakukan berkaitan dengan pola hidup.


Jika penyakit datang, memang kita tidak bisa menghindari,, namun bukan berati kita berhenti berusaha untuk menjadi sehat. Kita harus terus enerus mengupayakan kesehatan itu. Salah satu caranya adalah dengan pola hidup sehat.


Selain pola hidup sehat tersebut, maka hal lain yang bisa dilakukan adalah bagaimana kita memandang atau menyikapi msalah-masalah dalam hidup kita. Bukan rahasia lagi kalau stress serta ketegangan yang ada ditubuh kita diakibatkan oleh pikiran kita. Kita kadang menjadi panik, gampang marah, gampang membenci, tidak pernah puas, serta kejadian-kejadian lain yang menjadikan hidup kita tegang.


Pada kasus inilah meditasi efektif untuk melatih pikiran kita, menjadikan lebih tenang. Meditasi adalah satu cara atau metode untuk membuat pikiran lebih terkendali. Sebagai contoh, apabila kita adalah seorang pemarah, dengan latihan meditasi terus menerus, maka suatu saat nanti kita akan merasa menyesal telah marah-marah, meningkat lagi kita akan menjadi sadar kalau sedang akan marah, meningkat lagi sadar kalau benih benih marah mulai muncul dan teris meningkat sampai pada kondisi kita bisa tenang. Itulah hasil dari latihan meditasi. Tentu saja hal itu menjadikan pikiran kita semakin tenang, tidak terbawa ketegangan dan stress karena marah-marah. Dengan pikiran yang lebih tenang tentu saja organ-organ tubuh kita juga akan bekerja tidak dengan tegang, dan ini akan sangat mendukung kesehatan.


Dikatakan oleh Dr. Surya Widya, Meditasi ini adalah sebuah metode, bukan tujuan. Sebagi metode, meditasi berhubungan juga dengan sikap dan tingkah laku kita. Apabila kita terbiasa mengendalikan pikiran kita, maka kita akan juga terbiasa mengendalikan tingkah laku kita. Artinya meditasi kita akan berhasil apabila dalam tindakan sehari-hari kita semakin baik, atau sila kita menjadi semakin baik. Deangan demikian meditasi juga akan menjadikan hidup kita lebih baik juga.


Setelah diadakan tanya jawab secukupnya, diskusi yang dihadiri sekitar 70 orang ini ditutup. Semoga saja diskusi ini membawa manfaat dan kemjuan bagi kita semua.


Dr. Ratna Surya Widya, SpKJ, dalam diskusi Meditasi dan Kesehatan

Suasana Diskusi

Sabtu, 23 Mei 2009

Puja bakti HUT Kabupaten Sleman ke-93


Hari Rabu, tanggal 13 Mei 2009, jam 16.00 wii Umat Buddha di Kabupaten Sleman mendapat undangan dari pemerintah kabupaten Sleman untuk mengadakan Doa syukur bersama umat bergama dalam rangka Ulang Tahun kabupaten Sleman yang ke-93 di komplek Pemda Sleman.

Karena Vihara Karangdjati secara Lokasi masuk dalam wilayah kabupaten Sleman, maka dengan umat Vihara Karangdjati ikut aktif mengahadiri acara tersebut, bersama dengan Umat Buddha Vihara Dharma Wijaya Brebah, Sleman.

Acara yang bertajuk Doa syukur umat Buddha dalam rangka HUT Kabupaten Sleam ke-93 tersebut, diisi dengan pebacaan sambutan dari Bapak Bupati Sleman yang diwakili oleh Bpk kepala bagian Kesra kabupaten Sleman, Puja Bakti Bersama, san pembacaan doa.

Dalam kesempatan tersebut, Puja Bakti dipimpin oleh Romo Slamet Bargiono, Doa dipimpin oleh Romo Supriyanto, Dhammadesana oleh Romo Dhammaphala Soepomo, ketiganya dari Magabudhi Propinsi DIY. Acara yang dihadiri sekitar 50 Umat Buddha tersebut berjalan Khimad, tertib dan lancar.

Senin, 11 Mei 2009

Detik-Detik waisak di Vihara karangdjati

Detik-detik waisak di Vihara karangdjati diperingati dengan sederhana namun sangat Khimad. Seperti tahun-tahun sebelumnya, Vihara Karangdjati lebih fokus untuk memperingati detik-detik waisak di Vihara, yang bertujuan untuk lebih fokus pada pelayanan umat dengan pendekatan kekeluargaan.

Sekitar jam 9 pagi, umat sudah mulai berdatangan, meski acara baru akan dimulai jam 10.30 WIB. Waktu menunggu itu digunakan oleh umat Buddha untuk mempersiapkan diri. Tepat jam 10.30 WIB acara pun dimulai. Acara diawali dengan puja bakti, tentu saja membacakan Visakha Punami Puja Khata, atau Puja di bulan waisak. Setelah itu dilanjutkan dengan meditasi menyambut detik-detik waisak, yang pada tahun ini tepat pada pukul 11:01:10. Meditasi yang dilakukan dimulai sebelum jam tersebut dan diakhiri setelahnya, sehingga dengan tepat melewati saat detik-detik waisak.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Pesan waisak 2553 tahun 2009 dari Sangha Theravada Indonesia, yang dibacakan oleh Ketua Vihara. Sebelum ditutup, umat secara bersama-sama menyanyikan lagu malam Suci waisak bersama-sama.

Begitu ditutup umat saling memberi salam dan mengucapkan selamat merayakan waisak satu sama lain.Diadakan juga acara potong tumpeng yang diberikan kepada Umat yang paling sepuh, serta perwakilan generasi muda. Tua Muda, besar kecil semua berbaur menjadi satu dalam kebahagiaan waisak.

Selamat merayakan waisak 2553 tahun 2009

Semoga membawa kedamaian dan kemajuan bagi kita semua.