Rabu, 14 April 2010

Pernikahan Sdr Andros Marliemna, Liem dengan Sdri Elly Istianti

Pada hari Jumat tanggal 19 Maret 2010 telah melangsungkan pemberkahan Pernikahan di Vihara Karangdjati, yaitu Sdr Andros Marliemna, Liem dengan Sdri Elly Istianti. Upacara pernikahan ini dilakukan oleh Majelis Agama Buddha Theravada Indonesia (MAGABUDHI) DIY dan 
Vihara Karangdjati sebagai fasilitator tempat.

Atas nama pengurus dan umat Vihara karangdjati mengucapkan selamat berbahagia menjadi keluaraga baru kepada Sdr Andros Marliemna Liem, dan Sdri Elly Istianti, semoga selalu berlimpah berkah kebajikan dan dalam lindungan sang Tiratana.



Kunjungan Guru-Guru Agama Buddha se-Propinsi Bali


Senin pagi, tanggal 8 Maret merupakan hari sibuk bagi Vihara Karangdjati. Pagi itu, Rombongan guru-guru Agama Buddha se-Provinsi Bali berkunjung ke Vihara Karangdjati. Kunjungan merupakan rangkaian dari acara dharmayatra guru-guru agama se-Propinsi Bali Ke Jogja dan sekitarnya, utamanya ke Candi Agung Borobudur.
Dalam kunjungan ke Vihara Karangdjati ini, karena peserta dalam kondisi kecapekan, maka digunakan untuk berisitirahat, makan pagi dll sampai dirasa cukup sehat kembali. Setelah itu dilakukan perkenalan pengurus Vihara yang hadir, sekilas sejarah dan kegiatan Vihara Karangdjati.
Kemudian, dilanjutkan perkenalkan balik dari peserta Dharmayatra dari Bali, serta penjelasan maksud dan tujuan kunjungan ke Vihara Karangdjati. Peserta juga menyempatkan diri melakukan puja bakti, sebelum kemudian berpamitan untuk melanjutkan ke rute Dharmayatra berikutnya.







Selasa, 16 Maret 2010

Magha Puja 2553 tahun 2010

Magha Puja 2553 tahun 2010 di Vihara Karangdjati telah dilaksanakan pada hari Hari Sabtu, 27 Pebruari 2010. Acara yang dimulai tepat jam 19.00, dan dihadiri sekitar 120 umat itu berlangsung dengan lancar dan khimad, dan berkenan hadir Y.M Jotidhammo Mahathera.

Dalam Kotbahnya, Bhante Jotidhammo menekankan tentang pentingnya umat Buddha untuk tetap mengusahakan berada dalam jalur spiritual dan terus berjuang berproses menuju kebebasan. Salah satunya adalah dengan menekankan sikap untuk sabar, dan mampu mengendalikan segala keresahan dan kemarahan, seperti yang disampaikan Sang Buddha pada khotbah pada peristiwa Magha, yaitu kesabaran adalah praktek yang tertinggi








.