Acara dhammasharing rutin pada tanggal 9 Mei 2011 sangat istimewa. Hal ini dikarenakan hadirnya pembicara tamu, Bapak Kris Budiman. Kehadiran pak Kris, panggilan akrab beliau, dalam rangka menyampaikan hasil jelajah yang dilakukan oleh beliau untuk menelusuri keberadaan candi-candi di berbagai lokasi. Acara ini bertajuk diskusi jejak Buddha di tanah Jogja.
Iya, pak Kris ini hobi sekali jalan-jalan ke candi-candi dan situs sejarah lainnya, baik ke tempat yang sudah terkenal maupun tempat yang belum terdata. Pada kesempatan tersebut, beliau sharing tentang 18 situs candi Buddha yang ada di sekitar Jogja. Jumlah yang sangat banyak, dan tidak diduga oleh peserta yang hadir.
Ada beberapa candi yang terawat dengan baik, ada juga yang tinggal serakan batu. Semua dipaparkan oleh Pak Kris Budiman, serta dibri penjelasan singkat tentang lokasi, hal-hal yang unik dan apa yang tersisa. Beberapa bahkan tinggal batu berserakan di halaman pemukiman, ada yang tinggal stupa di tengah kampung, bahkan ada yang hanya terlihat seperti pondasi talud bangunan saja. Ada juga yang lokasinya sulid dijangkau karena berada di lereng tebing.
Awal tahun kemarin, diselenggarakan kegiatan bertajuk ASEAN International Buddhist Youth Excange 2010. Pemuda Theravada Indonesia, Patria, adalah organisasi Buddhis satu-satunya di Indonesia yang merupakan member dari Word Feloship Of Buddhist Youth, sehingga berhak mengirimkan anggotanya untuk ikut dalam acara tersebut. Pada kesempatan ini PATRIA mempercayakan kepada tiga anggota PATRIA dari Yogyakarta. Berikut laporannya :
“Joy, Fellowship, Leadership” itulah tema besar yang diangkat dalam program pertukaran pemuda Buddhis “ASEAN International Buddhist Youth Exchange (IBYE) 2010” yang digelar di Selangor , Malaysia. Dihadiri oleh 62 pemuda Buddhis dari 9 negara, ASEAN IBYE 2010 menjadi kancah pertukaran pikiran dan budaya antar generasi muda Buddhis internasional. Bertujuan menumbuhkan pemimpin muda Buddhis yang potensial, program 10 hari ini menghadirkan beragam persepsi, pengetahuan, pemahaman, tantangan, dan ‘kalyana mitta’ yang baru.
Mengawali langkah di tahun baru 2010, Pemuda Theravada Indonesia (PATRIA) yang merupakan anggota dari World Fellowship of Buddhist Youth (WFBY) berkesempatan mengikutsertakan wakilnya dalam ajang ASEAN International Buddhist Youth Exchange (IBYE) 2010. Empat (4) orang wakil dari PATRIA tersebut ialah, Aryasatyani Dhyani Karuna (DPD D.I. Yogyakarta), Indra Gautama Widya dan Intan Gadis Trisnawati (DPC Kota Yogyakarta), serta Yuliaty (DPC Medan). Mereka sekaligus mewakili Republik Indonesia dalam pertukaran pemuda Buddhis yang dihadiri 62 aktivis muda Buddhis dari Bangladesh, India, Nepal, Korea Selatan, Jepang, Singapura, Thailand, Taiwan dan selaku tuan rumah Malaysia.
Exchange program berdurasi 10 hari ini diawali dengan home stay program, dimana peserta internasional diberi kesempatan merasakan kehangatan keluarga Buddhis lokal Malaysia pada 1-3 Januari 2010. Berbagai kisah unik terjadi selama 3 hari kebersamaan dengan keluarga angkat ini, yang pasti hubungan kekeluargaan yang terjalin tak akan lekang oleh waktu.
Hari ke-4 adalah kali pertama seluruh delegasi dari berbagai negara dipertemukan di Fo Guang San Temple, Jenjarom, Malaysia untuk melanjutkan inti program yaitu “Inspiring Youth Through Joy, Fellowship, Leadership” training and workshops. Berbagai workshop telah dipersiapkan dengan matang, sesi-sesi materi yang padat dengan pembelajaran serta diskusi untuk memberikan kontribusi atas situasi aktual yang dihadapi generasi muda dalam masyarakat Buddhis baik lokal maupun internasional. Setiap sesi berlangsung interaktif dengan metode studi kasus, sesi motivasi, inspirational talks, dan sharing yang dipandu oleh para pembicara Buddhis dan Dhamma workers lokal dan dari beberapa negara, antara lain : Bro. Vijaya Samarawickrama dan Bro. Benny Liow (Malaysia), Mr. Danai Chanchaochai (Thailand), serta Sis. Yap Ching Wi (Singapura).
Layaknya program pertukaran budaya lain, tak lengkap rasanya jika delegasi internasional tak diberi kesempatan mengunjungi lokasi lokasi bersejarah dan pusat budaya tuan rumah. 2 hari dalam IBYE 2010 (7-8 Januari 2009) diisi dengan kegiatan tur. Bukan sekadar cuci mata dengan keindahan dan keberagaman budaya di negara multi-racial Malaysia, delegasi internasional juga diajak mendalami sejarah Malaysia melalui heritage trail hunt di historical state of Malacca yang merupakan UNESCO World Heritage Site di Malaysia. Selain Melaka (Malacca), lokasi bersejarah lain yang menjadi favorit adalah Batu Caves, merupakan kuil Hindu tertua dan terbesar di Malaysia yang berlokasi 13 km di Utara Kuala Lumpur.
Siapa yang tak tahu Petronas Twin Tower? Menara kembar yang menjadi ikon Malaysia ini sempat dinobatkan menjadi world tallest buildings pada 1998-2004, serta memiliki biggest shopping mall di dasarnya yaitu Suria KLCC (Kuala Lumpur City Center). Masih dalam rangkaian tur IBYE 2010, para peserta internasional mendapat kesempatan langka untuk bisa menginjakkan kaki di Petronas Twin Tower’s Skybridge yang berada pada lantai 41-42 Petronas Twin Tower, jembatan langit itu memiliki ketinggian 170 m, panjang 58 m, dan berat 750 ton. Sungguh menjadi kenangan luar biasa yang tak terlupakan dapat menyeberangi angkasa bersama sahabat dari 9 negara.
Pada hari ke-9, sebuah gala konser bertajuk “IBYE JFL (Joy, Fellowship, Leadership) Concert” digelar sebagai puncak inaugurasi program IBYE 2010. Dengan venueMalaysian Tourism Center di jantung kota Kuala Lumpur. Delegasi internasional IBYE memukau penonton yang hadir dengan menyajikan pentas budaya dari negara asalnya. Selain itu berbagai pertunjukan telah disiapkan antara lain oleh artis-artis Buddhis Malaysia kenamaan seperti i.gems dan MoD (Messenger of Dhamma). Dalam konser tersebut juga dibacakan “Malaysia Declaration” yang merupakan aspirasi, visi, dan misi pemuda Buddhis dari 9 negara, konser diakhiri dengan penampilan seluruh delegasi menyanyikan official song IBYE “Our Journey Together”.
Dalam ajang cultural party dan IBYE JFL Concert, delegasi Indonesia tampil mempesona dengan menyajikan dua buah tarian tradisional Indonesia. Yang pertama adalah Tari Indang yang merupakan tarian penyambutan dari Padang, Sumatra Barat, dan yang kedua adalah Tari Merak dari Jawa yang ditampilkan oleh Aryasatyani. Sebuah kehormatan juga dirasakan delegasi PATRIA Indonesia, karena Ibu Camelia Dharmawan dari Magabudhi Indonesia yang sekaligus WFBYadvisor berkenan hadir dan menyaksikan. Berkat dukungan Ibu Camelia juga sehingga delegasi PATRIA Indonesia dapat ikut serta berpartisipasi dalam IBYE 2010.
Tak dipungkiri 10 hari kebersamaan telah menumbuhkan kedekatan dan keakraban di antara para delegasi internasional dari berbagai negara. Kesedihan dan isak tangis menghiasi acara penutupan program pada hari terakhir 10 Januari 2010. Menyaksikan momen-momen yang dilalui bersama dalam video dokumentasi IBYE 2010 , meditasi perenungan, serta testimoni dari para peserta membuat air mata jatuh tak tertahankan. “Jangan katakan selamat tinggal, tapi katakan sampai jumpa lagi, karena kita akan selalu menjadi “kalyana mitta” teman dalam Dhamma selamanya”. Pesan Lee Jin Hwa, organizing chairperson of IBYE 2010.
Akhir kata, anumodhana kami haturkan pada DPP PATRIA, DPD PATRIA, Magabudhi, World Fellowship of Buddhist Youth (WFBY) atas dukungannya pada Delegasi Indonesia, serta terimakasih tak terhingga kepada committee penyelenggara IBYE 2010 Young Buddhist Association of Malaysia (YBAM) atas segala waktu, tenaga, pikiran, dan usaha yang tercurah untuk mewujudkan program IBYE ini.
“It is the overall journey that makes the final destination sweeter than ever”
Hari Sabtu,-Minggu 6-7 Juni 2009 kemarin, DPC PATRIA Kota Yogyakarta menggelar acara bertajuk Tugu Jogja : Dua Hari Bersama Bapak Buyung Wahab. Acara ini berupa sharing motivasi dan pelatihan leadhership bersama Bapak Buyung Wahab.
Acara ini diadakan bertujuan untuk memberikan motivasi kepada generasi muda Buddhis di Yogyakarta, khususnya kader PATRIA, untuk selalu bersemangat dalam karya-karya pengabdian melalui PATRIA, sekaligus bersemangat untuk meraih sukses dalam kehidupan pribadinya. Motivasi itu ditunjukkan dengan tekad yang dijadikan tajuk kegiatan, yaitu TUGU Jogja, tumbuh untuk generasi muda Jogja.
Kegiatan ini berlangsung dalam dua sesi. Sesi pertama diadakan di Vihara Karangdjati pada hari sabtu 6 Juni, dari jam 19.00- 21.30 wib. Acara sesi pertama ini diisi dengan sharing pengalaman pribadi Bapak Buyung Wahab. Sharing ini berjalan seru karena Pak Buyung membawakan dengan gaya yang santai, kocak, tapi sangat menginspirasi. Pak buyung dengan apik bisa membawakan cerita-cerita menarik seputar kehidupannya, jalannya menuju sukses, serta etika-etika kehidupan yang bersumber dari Buddha Dhamma.
Sesi kedua, diadakan pagi harinya, hari Minggu, Jam 10 di Hotel Mawar Asri. Sesi kedua berupa pelatihan leadhership. Materi yang dibawakan oleh Pak Buyung wahab berkisar tentang pola pandang menuju sukses, kebiasan kebiasaan yang mendukung untuk sukses, menjadi pribadi yang bertanggung jawab, serta kekuatan pikiran. Materi itu dibawakan dengan contoh-contoh aplikatif di kehidupan sehari-hari, serta games-games yang mejadikan peserta semakin antusias.
Acara yang dihadiri 25 peserta ini, berakhir tepat jam 14.30 WIB. Acara ini dapat berlangsung dengan baik, tentu saja kerena kebaikan dari banyak pihak yang mendukung acara ini. Terimakasih kepada Bapak Buyung wahab atas ilmu-ilmu yang telah di bagi, juga terimakasih kepada DPP PATRIA yang telah membantu memfasilitasi acara ini, serta pihak-pihak yang telah membantu acara ini sehingga berjalan baik.
Semoga acara ini akan semakin menginspirasi dan memotivasi generasi muda Buddhis Jogja untuk semakin bersemangat dalam pengabdian bersama PATRIA, dan semakin bersemangat untuk meraih suksesnya. Dengan demikian tajuk kegiatan yaitu tumbuh untuk generasi muda, akan dapat terwujud di kemudian hari.
Sebuah acara yang sangat bagus bagi Pemuda, diadakan oleh gabungan Pemuda Theravada Indonesia (PATRIA) dan pemuda Vidyasena dari Vihara Vidyaloka. Acara tersebut berupa Latihan kempemimpinan.
Acara latihan kepemimpinan atau LK bagi organisasi pemuda tidaklah asing. Namun acara kali ini menggunakan konsep yang unik dan inovatif. Jika selama ini latihan kepemimpinan lebih banyak dilakukan di gedung atau dalam ruangan dengan seabrek teori dan motivasi, maka pada acara LK kali dilakukan dnegan konsep live in.
Peserta diharuskan tinggal di rumah penduduk dan mengikuti rutinitas acara yang ada di keluarga tempat tinggal. Acara ini dikolaborasikan dengan pemberian materi pengantar, serta arena out bond yang merupakan games sekaligus pendidikan kepemimpinan.
Konsep acara LK dengan live ini sebenarnya adalah bagian dari upaya menumbuhkan rasa pelayanan dan kepedulian pada generasi muda. Bagaimana mereka dapat ikut bersama merakan kesibukan, kesulitan kerja keras dari para keluarga yang ditinggali, yang rata-rata petani itu. Pengalaman yang sangat berharga bagi peserta untuk dapat merasakan bagaimana sulitnya merumput mncari pakan ternak, membersihkan kotoran sapi atau juga kegiatan yang lainnya.
Pemimpin yang baik, adalah pemimpin yang bisa peduli dan melayani. Itulah yang hendak dicapai dari LK yang diadakan di dusun Kenteng, Ngroto dan Dalangan, desa Sumogawe, Getasan, Salatiga. LK ini dikuti oleh 40 peserta baik yang aktif di Vihara Vidyaloka maupun Vihara Karangdjati Yogyakarta.
Rutin : Puja Bakti, Setiap hari Rabu, Jam 19.00 WIB
Meditasi, Setiap hari Jumat, Jam 19.30 WIB
Sekolah Minggu, Setiap Minggu, Jam 08.00 WIB
Dhammasharing untuk Remaja dan Pemuda, Setiap Senin jam 18.00 WIB
Dhammasharing untuk keluarga/orang tua, Setiap Senin jam 19.30 WIB (2 minggu sekali)
Event berikutnya : Mini Seminar : Kolesterol dan Akibatnya Pembicara : dr. hendri harianto Kresno 1 Agustus 2011 Pukul 19.00 WIB di Vihara Karangdjati Free
Dhammaclas Jumat, 30 September 2011 Pembicara : YM Sri Pannyavaro Mahathera
Vihara Karangdjati adalah Vihara tertua di Yogyakarta. Sejak berdiri pada dekade 1950an hingga sekarang Vihara karangdjati tetap konsisten untuk memberikan pelayanan Dhamma kepada umat Buddha, pelayanan sosial, pelayanan pendidikan dan pelayanan ritual. Alamat Vihara karangdjati di Jalan Monjali (Nyi Tjondrolukito) No 78 Yogyakarta Thelepon 0274-7473000. Blog ini dbuat untuk kepentingan publikasi kegiatan Vihara Karangdjati, atau yang berhubungan dengan misi Vihara Karangdjati.