Senin, 07 Desember 2009

Menjadi Juara pada Festival Kitab Suci Tipitaka 2009 se-DIY



Meski tidak diduga dan tidak diunggulkan, kontingen Vihara Karangdjati mampu berprestasi membanggakan dalam festival kitab suci Tipitaka 2009 tingkat propinsi DIY. Dalam festival perlombaan tersebut, tujuh trophy juara bisa dibawa pulang oleh kontingen Vihara Karangdjati.
Kejuaraan yang berlangsung selama dua hari, Sabtu dan Minggu tanggal 5-6 Desember 2009  di Kaliurang Sleman Yogyakarta tersebut, mempertandingkan 8 nomor, diantaranya adalah seni membaca Dhammapada, membaca Paritta, Cerdas cermat, Puisi, menulis naskah dhamma, Dhammadesana, menyanyi solo dan vocal group, dengan kategori anak-anak, remaja dan dewasa.
Di luar dugaan sebelumnya, kontingen Vihara Karangdjati mampu menjadi juara 1 pada lomba membaca paritta tingkat remaja; juara 3 dan 1 lomba membaca paritta tingkat remaja, juara 3 membaca puisi tingkat remaja; juara 2 menulis naskah dhamma tingkat remaja; juara 2 menulis naskah dhamma tingkat dewasa; dan juara 1 lomba menyanyi solo tingkat dewasa.
Meski hasil yang diraih adalah melebihi ekspetasi sebelumnya, namun hasil tersebut juga bukan hasil yang kebetulan. Hasil  tersebut merupakan buah dari proses pembinaan dan kegiatan pelayanan Dhamma di Vihara Karangdjati, melalui berbagai kegiatan yang dilakukannya.
Untuk itu, karena hasil kejuaraan merupakan hasil proses pelayanan dan pembinaan, maka apa yang diraih sekarang mendorong segenap komponen di Vihara Karangdjati untuk dapat memberikan pelayanan dan pembinaan lebih baik lagi, agar dapat meraih prestasi lebih baik lagi di kemudian hari. Melalui proses tersebut, pada akhirnya peningkatan pengetahuan dan pengamalan Dhamma jugalah yang menjadi tujuan utamanya.


 Kontingen Lomba Baca Dhammapada anak-anak sedang berlomba

 Peserta Lomba menyanyi sola anak-anak


 Peserta Lomba menyanyi solo Dewasa, yang akhirnya menjadi juara 1


 Juara dari Karangdjati menerima Trophy 


 Juara dari Karangdjati menerima Trophy


 Trophy para juara


 Kontingen Karangdjati, mengikuti penutupan dan pengumuman pemenang

 
 Narsis dengan Trophy yang diraihnya

Selasa, 24 November 2009

Pindapata



dibawah guyuran gerimis

 
  satria "plastik hitam" juga berdana

 
opss, awas jatuh



 pemberkahan  dulu

Gerimis yang mengguyur wilayah sekitar Vihara Karangdjati tidak menyurutkan semangat anak-anak sekolah Minggu beserta orang tuanya, untuk melaksanakan pindapata, berdana makan kepada dua samana yang berkenan hadir untuk melaksanakan Pindapata.
Pindapata adalah salah satu tradisi para samana, yaitu berjalan memberi kesempatan kepada umat untuk memberikan dana makan, menggunakan mangkuknya. Untuk mengenalkan tradisi ini kepada anak-anak, maka pada hari minggu, tanggal 22 November 2009, tepat jam 11 siang, diadakan acara Pindapata.
Sebelum diadakan pindapata, dua samanera yang berkenan hadir, yaitu samanera Dhammamito dan samanera Abhisaro, memberikan penjelasan ntentang pindapata kepada anak-anak, serta memberikan banyak cerita untuk memotivasi kepada anak-anak, tentang pentingnya terus menjadi anak baik.
Dalam kesempatan tanya jawab, beberapa pertanyaan yang polos dari anak-anak pun bermunculan, misalnya kenapa kok Bhante itu gundul? enak nggak jadi samanera? kalau tidur apa nggak kedinginan dll.
Menjelang acara pindapatta, dengan dibantu orang tua dan para Pembina sekolah minggu, anak-anak kembali mengecek dana makanan yang hendak dipersembahkan. Para Pembina kembali menjelaskan tata cara pindapata agar-agar dapat memberi dengan baik.
Dengan gerimis yang masih turun, pindapata pun dimulai. Nampak anak-anak dan para orang tua berbaris dengan rapi, dan samanera berjalan dengan sabar, untuk menerima satu persatu dana makan.
Meski basah karena gerimis, anak-anak dan orang tuanya nampak antusias, dan bergembira karena telah berkesempatan berdana makan kepada para samanera, dalam pindapata kali ini.

Sabtu, 07 November 2009

Dhammasharing, Sharing Dhamma Untuk Generasi Muda

Untuk menjawab kebutuhan generasi muda dalam belajar Dhamma, maka Vihara Karangdjati telah mengeluarkan kegiatan rutin baru, yang bertajuk Dhammasharing. Program ini bertujuan untuk memberikan wadah bagi generasi muda dalam belajar Dhamma, serta sharing tentang berbagai masalah kehidupan Remaja dan Pemuda, yang didiskusikan dalam perspektif Dhamma.

Kegiatan ini, sesuai tajuknya yaitu sharing, maka dilakukan tidak dalam format tutorial atau ceramah, namun diadakan dalam bentuk sharing. Setiap peserta diberikan kesempatan untuk melakukan sharing terhadap masalahnya, serta sharing pendapatnya terhadap kasus-kasus yang disahringkan peserta lain. Moderasi dilakukan agar arah diskusi tetap berada dalam bingkai Dhamma. Dengan demikian, peserta langsung mendapat gambaran tentang nilai-nilai Dhamma dalam permasalahan keseharian mereka.

Tema-tema yang disampaikan pun lebih variatif, dari kasus-kasus sosial, masalah-masalah remaja dan pemuda, kepemimpinan, relationship, kepribadian serta seputar basic Buddhism. Semua dibahas dan didiskusikan dengan gaya popular ala anak muda. Bagi anda remaja dan pemuda yang tinggal di sekitar Yogyakarta dan berminat mengikutinya, silakan datang ke Vihara Karangdjati, setiap hari Senin Pukul 17.00 WIB. Semoga bermanfaat.



suasana dhammasharing

suasana dhammasharing