Selasa, 24 November 2009

Pindapata



dibawah guyuran gerimis

 
  satria "plastik hitam" juga berdana

 
opss, awas jatuh



 pemberkahan  dulu

Gerimis yang mengguyur wilayah sekitar Vihara Karangdjati tidak menyurutkan semangat anak-anak sekolah Minggu beserta orang tuanya, untuk melaksanakan pindapata, berdana makan kepada dua samana yang berkenan hadir untuk melaksanakan Pindapata.
Pindapata adalah salah satu tradisi para samana, yaitu berjalan memberi kesempatan kepada umat untuk memberikan dana makan, menggunakan mangkuknya. Untuk mengenalkan tradisi ini kepada anak-anak, maka pada hari minggu, tanggal 22 November 2009, tepat jam 11 siang, diadakan acara Pindapata.
Sebelum diadakan pindapata, dua samanera yang berkenan hadir, yaitu samanera Dhammamito dan samanera Abhisaro, memberikan penjelasan ntentang pindapata kepada anak-anak, serta memberikan banyak cerita untuk memotivasi kepada anak-anak, tentang pentingnya terus menjadi anak baik.
Dalam kesempatan tanya jawab, beberapa pertanyaan yang polos dari anak-anak pun bermunculan, misalnya kenapa kok Bhante itu gundul? enak nggak jadi samanera? kalau tidur apa nggak kedinginan dll.
Menjelang acara pindapatta, dengan dibantu orang tua dan para Pembina sekolah minggu, anak-anak kembali mengecek dana makanan yang hendak dipersembahkan. Para Pembina kembali menjelaskan tata cara pindapata agar-agar dapat memberi dengan baik.
Dengan gerimis yang masih turun, pindapata pun dimulai. Nampak anak-anak dan para orang tua berbaris dengan rapi, dan samanera berjalan dengan sabar, untuk menerima satu persatu dana makan.
Meski basah karena gerimis, anak-anak dan orang tuanya nampak antusias, dan bergembira karena telah berkesempatan berdana makan kepada para samanera, dalam pindapata kali ini.

Sabtu, 07 November 2009

Dhammasharing, Sharing Dhamma Untuk Generasi Muda

Untuk menjawab kebutuhan generasi muda dalam belajar Dhamma, maka Vihara Karangdjati telah mengeluarkan kegiatan rutin baru, yang bertajuk Dhammasharing. Program ini bertujuan untuk memberikan wadah bagi generasi muda dalam belajar Dhamma, serta sharing tentang berbagai masalah kehidupan Remaja dan Pemuda, yang didiskusikan dalam perspektif Dhamma.

Kegiatan ini, sesuai tajuknya yaitu sharing, maka dilakukan tidak dalam format tutorial atau ceramah, namun diadakan dalam bentuk sharing. Setiap peserta diberikan kesempatan untuk melakukan sharing terhadap masalahnya, serta sharing pendapatnya terhadap kasus-kasus yang disahringkan peserta lain. Moderasi dilakukan agar arah diskusi tetap berada dalam bingkai Dhamma. Dengan demikian, peserta langsung mendapat gambaran tentang nilai-nilai Dhamma dalam permasalahan keseharian mereka.

Tema-tema yang disampaikan pun lebih variatif, dari kasus-kasus sosial, masalah-masalah remaja dan pemuda, kepemimpinan, relationship, kepribadian serta seputar basic Buddhism. Semua dibahas dan didiskusikan dengan gaya popular ala anak muda. Bagi anda remaja dan pemuda yang tinggal di sekitar Yogyakarta dan berminat mengikutinya, silakan datang ke Vihara Karangdjati, setiap hari Senin Pukul 17.00 WIB. Semoga bermanfaat.



suasana dhammasharing

suasana dhammasharing

Senin, 26 Oktober 2009

Perayaan Kathina Dana 2553 tahun 2009

Perayaan Kathina dana 2553 tahun 2009 di Vihara Karangdjati diadakan hari Rabu tanggal 21 Oktober. Hadir dalam perayaan tersebut sebagai wakil Sangha adalah BhikkhuJayadhammo dan Bhikkhu Piyadhiro.

Perayaan dimulai tepat jam 19.00 WIB, diawali dengan pembukaan dan sambutan panitia. Dalam sambutannya, panitia dan juga atas nama umat Buddha Vihara Karangdjati memberikan ucapan selamat kepada para Bhikkhu yang telah bertambah usia kebhikkhuannya, serta mengajak umat Buddha untuk memberikan kewajibannya yaitu menyokong kehidupan para Bhikkhu. Hubungan harmonis akan tercipta jika para Bhikkhu menjalankan kewajiban-kewajiban kebhikhhuannya dan umat Buddha menjalankan kewajiban sebagai umat.

Setelah itu, acara dilanjutkan dnegan puja bhakti lengkap dengan permohonan tuntunan sila kepada Bhikkhu Sangha. Dhammadesana pada kesempatan tersebut disampaikan oleh Bhikkhu Piyadhiro. Dalam khotbahnya, disampaikan tentang makna Kathina, serta sambutan antusias dari umat Buddha. Kathina sebenarnya adalah hari rayanya para bhikkhu, karena dilakukan setelah bhikkhu menjalankan masa vasaa selama tiga bulan. Atas dasar rasa bakti yang tinggi umat antusias merayakan Kathina untuk memberikan sokongan empat kebutuhan para bhikkhu yaitu tempat tinggal, jubah, makanan dan obat-obatan.

Namun demikian hubungan sosial itu tidaklah berhenti di saat Kathina saja. Para umat hendaknya tetap memperlakukan para bhkkhu dengan batasan-batasan etika dan kepantasan, bukan dengan membengun ego karena merasa sudah memberi dan berdana kepada Bhikkhu Sangha. Demikian juga para Bhikkhu tidaklah kemudian memanfaatkannya dalam hubungan materi semata, namun harus tetap kembali dalam sila dan vinaya.

Setelah dhammdesana, tiba saatnya para umat memberikan dana Kathinanya. Acara diawali dengan pembacaan kathinacivaradusam bersama-sama, baru kemudian satu demi satu umat memberikan dana kathinanya. Setelah itu, diadakan acara tuang air yang dilakukan oleh perwakilan umat, sebagai symbol agar kebajikan yang dilakukan pada saat itu juga menumbuhkan rasa mudita dari para leluhur kita.

Acara kathina dana yang dihadiri sekitar 170 umat ini kemudian ditutup dan dianjutkan dengan acara ramah tamah. Selamat merayakan Kathina Dana 2553 tahun 2009 kepada seluruh umat Buddha.


Bhante Piyadhiro memberi pesan Dhamma

Tuang air pelimpahan Jasa

Dana Jubah kepada Sangha

Suasana Perayaan Kathina Dana